Laman

Tampilkan postingan dengan label Semester 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Semester 2. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Juli 2012

Apa itu komputer? (Terjemahan)


Komputer adalah mesin yang dapat menerima data dan proses itu menurut disimpan program instruksi dan kemudian memberikan menghasilkan melalui perangkat keluaran. Sebuah elektronik simbol-memanipulasi sistem itu dirancang dan diselenggarakan untuk secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan hasil output di bawah arah langkah langkah demi rinci disimpan
Program instruksi.
Cara kerja komputer dapat dijelaskan dengan diagram blok sederhana: 
Masukan 5 +4 >> ProsesPenyimpanan >> Keluaran 9 
Sebagai contoh Anda masukan data menggunakan perangkat input, 5 + 4. Kemudian data ini akan diproses di komputer. Proses ini akan dipegang oleh alat yang disebut prosesor. Setelah proses selesai, hasilnya akan diselenggarakan oleh perangkat output. Kadang-kadang, komputer perlu menyimpan proses untuk tertentu membutuhkan. Misalnya untuk lebih lanjut digunakan di masa depan. Dalam hal ini komputer akan menghemat proses untuk alat yang disebut penyimpanan. Itulah cara kerja komputer. 
Sekarang kita lihat bahwa semua perangkat dalam proses. 
Pertama adalah perangkat input. Sana banyak jenis perangkat input. Yang paling umum digunakan adalah keyboard. Lainnya adalah mouse, pena cahaya, mikrofon, track ball, kamera (untuk webcam misalnya), dll Kami dapat mengatakan bahwa perangkat input adalah setiap jenis perangkat yang dapat digunakan untuk input datake komputer.
Perangkat kedua adalah prosesor. Ini adalah otak dari komputer yang memegang semua pemrosesan data dalam komputer. Prosesor ini dibuat berdasarkan materi semi konduktor seperti Germanium(Ge) dan Silikon (Si). Bentuk prosesor tidak seperti bentuk yang kita lihat prosesor saat ini. Ada evolusi dalam menciptakan prosesor sampai kita mendapatkan bentuk prosesor hari ini.Untuk pertama kalinya, komputer digunakan vakumtabung, perangkat elektronik untuk mengadakan perhitungan. Tabung vakum dalam ukuran besar. Dan satu komputer dapat terdiri dari puluhan bahkan ratusan vakum tabung. Karena itulah maka tidak heran jika yang pertama generasi komputer mungkin memiliki ukuran yang sangat besarseperti rumah. Generasi kedua komputer mulai dengan penemuan transistor untuk menggantikan menggunakan tabung vakum. Dampak dari penemuan ini adalah mengurangi pada ukuran komputer. Ukurannya transistor mungkin seperti ukuran kacang. Itu mengapa ada yang signifikan mengurangi dalam ukuran komputer. Generasi berikutnya adalah penggunaan Terpadu Circuit (IC) untuk menggantikan transistor. Satu IC mungkin terdiri dari ribuan transistor. Akhirnya IC juga mendapat evolusi ke VLSI yang terdiri dari ribuan IC. Itu sekitar prosesor.
Perangkat ketiga adalah perangkat output. Keluaran perangkat perangkat yang dapat menghasilkan informasi sebagai hasil dari proses komputer. Informasi ini dapat ditampilkan dalam monitor,atau dapat mendengarkan melalui speaker, atau bisa dibaca seperti dalam bentuk cetak seperti kertas. Baru ada dua jenis monitor, pertama adalah monitor CRT yang menggunakan tabung elektronik itu sebabnya ukurannya besar. Yang kedua adalah LCD. LCD memiliki bentuk yang ramping karena memiliki monitor yang datar, teknologi yang digunakan juga untuk notebook dan laptop.
Perangkat terakhir adalah penyimpanan. Sebenarnya ini perangkat digunakan untuk menyimpan atau menyimpan informasi apapun dari sebuah prosesor. Yang paling umum dari penyimpanan perangkat adalah hard disk, flash disk, floppy disk, CD-ROM (optical disk), pita magnetik, dll

Penggunaan komputer dalam kegiatan sehari-hari komputer baru digunakan oleh orang-orang untuk mengikuti tujuan:
1. Pengolahan Data. 
Komputer yang digunakan dalam keuangan dan komersial karya seperti penagihan, inventory control, dll
2. Ilmiah Processing. 
Komputer digunakan untuk mendukung ilmu pengetahuan seperti teknik nuklir,matematika, dll
3. Multimedia. 
Contoh di daerah ini adalah untuk menyusun musik, menciptakan film animasi,editing film dan video, dll.

Komputer Syarat CRT(Cathode Ray Tube)
Pembuluh tak berudara LCD(Liquid Crystal Display)
Pembuluh tak berudara adalah perangkat elektronik yangmenggunakan tabung gelas ke rumah elektronik sirkuit. Kerja dari yang tergantung pada vakum dalam waktu tabung. Kemudian, perangkat ini adalah digantikan oleh transistor. Sirkuit Terpadu ini adalah lebih lanjut pengembangan transistor. Terdiri ratusan transistor dalam setiap yang membuat perhitungan lebih cepat. Transistor adalah perangkat semi konduktor digunakan untuk memperkuat sinyal atau membuka VLSI dan menutup rangkaian. Dalam digital komputer, fungsi sebagai elektronik jembatan kesenjangan antara dua kabel dan memungkinkan saat fo aliran. Perangkat ini adalah ditemukan oleh William Schockley, Walten Brattain, dan John Barden. Perangkat ini memiliki tigakaki yaitu dasar, emittor, dan kolektor. (Integrasi Skala Sangat Besar) Apakah kemasan ratusan ribu elektronik komponen pada satusemi konduktor chip. 
Bacaan lebih lanjut
• http://en.wikipedia.org/wiki/Computer
• http://en.wikipedia.org/wiki/Integrated_circuit
• http://www.google.co.id/search?hl=id&defl=en&q= Define: Komputer & sa = X & oi = glossary_definition& Ct = title
• http://www.osdata.com/system/physical/basics.htmHttp://inventors.about.com/library/blcoindex.htm

Rabu, 20 Juni 2012

FRAGMENTASI DATA


FRAGMENTASI DATA Merupakan  sebuah  proses  pembagian  atau  pemetaan database   dimana database dipecah-pecah berdasarkan kolom  dan  baris  yang  kemudian  disimpan  didalam  site atau  unit  komputer  yang  berbeda  dalam  suatu  jaringan data,  sehingga memungkinkan untuk pengambilan keputusan terhadap data yang telah terbagi.

Alasan-alasan diperlukannya fragmentasi, yaitu :
1.            Penggunaan
2.            Efisiensi
3.            Paralleslisme
4.            Keamanan

BEBERAPA PERATURAN YANG HARUS DIDEFINISIKAN KETIKA MENDEFINISIKAN FRAGMENT :

1. Kondisi lengkap (Completeness)
sebuah  unit  data  yang  masih  dalam  bagian  dari  relasi utama,  maka  data  harus  berada  dalam  satu  fragmen. Ketika ada relasi, pembagian datanya harus menjadi satu kesatuan dengan relasinya.

2. Rekontruksi (Reconstruction)
sebuah relasi asli dapat dibuat kembali atau digabungkan kembali dari sebuah fragmen. Ketika telah dipecah-pecah, data  masih  memungkinkan  untuk  digabungkan  kembali dengan tidak mengubah struktur data.

3. Disjointness
data didalam fragmen tidak boleh diikutkan dalam fragmen lain agar tidak terjadi redundancy data, kecuali   untuk atribut primary key dalam fragmentasi vertikal

Kerugian fragmentasi yaitu :
1. Kinerja yang dapat turun karena data tersebar dan butuh proses untuk penggabungan kembali
2. Integritas  yang  dapat  terganggu  dikarenakan kegagalan pada salah satu site database server

TIGA JENIS  FRAGMENTASI :

1. Fragmentasi horisontal
terdiri  dari  tuple  dari  fragment  global  yang  kemudian dipecah-pecah atau disekat menjadi beberapa sub-sets

2. Fragmentasi vertikal
Membagi atribut-atribut dari  fragment global yang tersedia menjadi beberapa grup.

3. Fragmentasi campuran
Cara  yang  sederhana  untuk  membangun  fragmentasi campuran sbb :
a.   Menggunakan fragmentasi horisontal pada fragmentasi vertikal
b.   Menggunakan fragmentasi vertical pada fragmentasi horisontal

CONTOH KASUS JENIS-JENIS FRAGMENTASI

Ujian (NIM,Nama_Mhs,Kode_MK,Mt_Kuliah,Nil_Akhir,Grade)


Fragmentasi Horisontal terbagi menjadi 3 fragment yang berbeda berdasarkan Mt_Kuliah


1. Relasi Mt_Kuliah=“Sistem Basis Data”
ó Mt_Kuliah=“Sistem Basis Data” (Ujian)



2. Relasi Mt_Kuliah=“Peranc. Sistem”
ó Mt_Kuliah=“Peranc. Sistem” (Ujian)



3. Relasi Mt_Kuliah=“Visual Basic”
ó Mt_Kuliah=“Visual Basic” (Ujian)



Fragment  di atas memenuhi kondisi jika Nama_Mhs dan Mt_Kuliah adalah   hal-hal  yang memenuhi syarat Fragmentasi  vertical:berdasarkan  dekomposisi-nya dengan menambahkan tupel id



Relasi 1 = NIM, Nama_Mhs, Mt,Kuliah, Nil_Akhir, Grade,
Tuple_ID

ð NIM,Nama_Mhs,Mt,Kuliah,Nil_Akhir,Grade,Tuple_ID (UJian)
Relasi 2 = NIM,Kode_MK,Nil_Akhir,Grade,Tuple_ID

ð NIM,Kode_MK,Nil_Akhir,Grade,Tuple_ID (Ujian)



Fragmentasi Campuran

Terdapat relasi berdasarkan Mata Kuliah yang sama

Relasi 1a.
ð NIM,Nama_Mhs,Mt_Kuliah,Nil_Akhir,Grade,Tuple_ID(ó  Mt_Kuliah=“Sistem
Basis Data” (Ujian))



Relasi 1b.

ð NIM,Nama_Mhs,Mt_Kuliah,Nil_Akhir,Grade,Tuple_ID(ó  Mt_Kuliah=“Peranc.
Sistem” (Ujian))



Relasi 1c
ð NIM,Nama_Mhs,Mt_Kuliah,Nil_Akhir,Grade,Tuple_ID(ó  Mt_Kuliah=“Visual
Basic” (Ujian))



Bagaimana  bentuk  database  untuk  data  yang  telah  mengalami  proses fragmentasi?

Fragmentasi data merupakan langkah yang diambil untuk  menyebarkan data dalam database terdistribusi . Selanjutnya akan dibahas apa yang dimaksud Database terdistribusi.

DATABASE TERDISTRIBUSI Yaitu  kumpulan  data  yang  digunakan  bersama  yang  saling terhubung secara logik tetapi tersebar secara fisik pada suatu jaringan komputer.
Karakteristik Database terdistribusi, yaitu :
1. Kumpulan data yang digunakan bersama secara logik tersebar pada sejumlah komputer yang berbeda
2. Komputer yang dihubungkan menggunakan  jaringan komunikasi
3. Data  pada  masing-masing  situs  dapat  menangani  aplikasi-aplikasi lokal secara otonom
4. Data pada masing situs dibawah kendali satu DBMS
5. Masing-masing DBMS berpartisipasi dalam sedikitnya satu aplikasi global

BENTUK-BENTUK TOPOLOGI  DISTRIBUSI DATA :

a. Fully Connected network



b. Partialy conneted network



c. Tree Strutured Network



d. Ring  network



e. Star network



KEUNTUNGAN DAN  KERUGIAN DATABASE TERDISTRIBUSI

KEUNTUNGAN :

1.            Secara alami mengikuti struktur organisasi
2.            Adanya otonomi lokal
3.            Sifatnya dapat dipakai secara bersama
4.            Peningkatan ketersediaan
5.            Peningkatan kehandalan
6.            Peningkatan kinerja
7.            Ekonomis
8.            Pertumbuhan yang modular

KERUGIAN :

1.            Harga software mahal (Biaya)
2.            Kompleksitas
3.            Kelemahan dalam keamanan
4.            Sulitnya menjaga keutuhan data
5.            Kurangnya standar
6.            Kurangnya pengalaman
7.            Perancangan basisdata lebih kompleks

Jumat, 08 Juni 2012

BAHASA QUERY KOMERSIAL


STRUKTUR QUERY LANGUAGE (SQL)

SQL   dipublikasikan   oleh   E.F.   CODD   (1970)   mengenai   model
relational.  Kemudian  pada  tahun  1974,  D.  Chamberlin  dan  R.F.
Boyce  mengembangkan  bahasa  query  untuk  memanipulasi  dan
mengekstraksi data dari basisdata relational.

Sasaran SQL

a. Menciptakan basis data dan struktur relasi
b. Melakukan menajemen data tingkat dasaar
c. Membentuk query sederhana dan kompleks
d. Melakukan tugas-tugas dengan seminimal mungkin memakai struktur dan sintaks perintah relatif mudah dipelajari
e. Harus portabel

Jenis SQL :

1. Interactive SQL
2. Static SQL
3. Dynamic SQL

Subdivisi SQL

1. DDL (Data Definition Language)
Query-query  ini  digunakan  untuk  mendefinisikan  struktur  atau skema basis data

2. DML (Data Manipulation Language)
Query-query  ini  digunakan  untuk  manajemen  data  dalam  basis data

3. DCL ( Data Control Language)
Query-query ini berhubungan dengan pengaturan hak akses dan wewenang.


PENGELOMPOKAN STATEMEN SQL

1. Data Definition Language (DDL)

CREATE  DATABASE  DROP  DATABASE

CREATE  TABEL  DROP TABEL

CREATE INDEX   DROP INDEX

CREATE VIEW     DROP VIEW

ALTER TABLE


2. Data Manipulation Language

INSERT, SELECT, UPDATE, DELETE


3.  Data Access

GRANT , REVOKE


4.  Data Integrity

RECOVER TABLE


5.  Auxiliary

SELECT INTO OUTFILE,

LOAD, RENAME TABLE
  

KASUS DATA DEFINITION LANGUAGE (DDL)

A. CREATE

1.  Pembuatan Database
Nama Database adalah yang dapat mewakili suatu kejadian dapat berupa nama organisasi atau perusahaan.Sintaks :  CREATE DATABASE  nama_database
Contoh :  Buat database dengan nama PT.ABC
CREATE DATABASE PT.ABC

2. Pembuatan Tabel
Sintaks : CREATE TABLE  nama_table
( nama_kolom1 tipe_data_kolom1,
nama_kolom2,tipe_data_kolom2,….)
Contoh :
Buat struktur tabel dengan nama tabel MHS dengan data NIM char(8),
NAMA char(25), ALAMAT char(30)

CREATE TABLE MHS  (NIM char(8) not null,
NAMA char(25) notnull,  ALAMAT char(30) notnull) 

3.  Pembuatan Index
Sintaks : CREATE [UNIQUE] INDEX  nama_index
ON nama_table (nama_kolom) ;
Contoh :
Buat  index  data  mahasiswa  berdasarkan  NIM  dengan  nama  MHSIDX
Dimana NIM tidak boleh sama
CREATE UNIQUE  INDEX MHSIDX ON MHS(NIM)

4.  Pembuatan View
Sintaks :
CREATE VIEW nama_view [ (nama_kolom1,….) ]
AS SELECT statement
[WITH CHECK OPTION] ;
Contoh :
Buat view dengan nama MHSVIEW yang berisi semua data mahasiswa
CREATE VIEW MHSVIEW
AS SELECT * FROM MHS 

B. DROP (MENGHAPUS)

1. Menghapus Database
Sintaks :  DROP DATABASE nama_db ;

2. Menghapus Tabel
Sintaks : DROP  TABLE  nama_table ;

3. Menghapus Index
Sintaks : DROP  INDEX nama_index ;

4. Menhapus View
Sintaks : DROP  VIEW  nama_view ;

Contoh :
DROP DATABASE Mahasiswa;
DROP TABLE MHS;
DROP INDEX MHSIDX;
DROP VIEW MHSVIEW; 

C. ALTER TABLE (MERUBAH STRUKTUR TABEL)

Sintaks :  ALTER TABLE nama_tabel
ADD  nama_kolom   jenis_kolom
[FIRST | AFTER nama_kolom]
CHANGE [COLUMN]       oldnama              newnama
MODIFY  nama_kolom   jenis kolom, …
DROP  nama_kolom
RENAME  newnama_tabel

Contoh  :
1.  Tambahkan kolom JKEL dengan panjang 1 char pada tabel MHS
ALTER TABLE MHS ADD  JKEL char(1);

2.  Ubah panjang kolom MTKULIAH menjadi 30 char
ALTER   TABLE MKUL   MODIFY   COLUMN MTKULIAH char(30);

3.  Hapus kolom JKEL dari data table MHS
ALTER  TABLE  MHS  DROP JKEL;


DATA MANIPULATION LANGUAGE (DML)
1.  INSERT
Sintaks : INSERT INTO Nama_tabel [(nama_kolom1,…)]
Contoh :
Masukan   data   matakuliah   Berkas   Akses   dengan   kode   KK222         dan
besarnya 2
INSERT INTO MKUL VALUES(“KK222”,”Berkas Akses”, 2);

2.  UPDATE
Sintaks :
UPDATE nama_tabel
SET  nama_kolom = value_1
WHERE kondisi ;

Contoh :
Ubah  alamat  menjadi  “Depok”  untuk  mahasiswa  yang   memiliki   NPM
“50096487”
UPDATE MHS
SET ALAMAT=”Depok”
WHERE NPM=”50096487”;

3. DELETE
Sintaks :
DELETE FROM nama_table
WHERE kondisi

Contoh :
Hapus  data  nilai  matakuliah  “KK021”  bagi  mahasiswa  yang
mempunyai NPM “ 10296832”

DELETE FROM NILAI

WHERE  NPM=”10296832” AND KDMK=”KK021”

Tabel dibawah ini untuk mengerjakan Select (tampilan)
dari SQL

4.  SELECT

Sintaks : SELECT [DISTINCT | ALL] nama_kolom

FROM nama_tabel

[ WHERE condition ]

[ GROUP BY column_list ]

[HAVING condition ]

[ ORDER BY column_list [ASC | DESC]]

Contoh :
a. Tampilkan semua data mahasiswa
SELECT NIM,NAMA,ALAMAT FROM MAHASISWA;

Atau

SELECT * FROM MAHASISWA;

Maka hasilnya adalah :



b. Tampilkan Mata Kuliah yang SKSnya 2

Select NAMA_MK from matakuliah Where sks = 2

Maka Hasilnya :



c. Tampilkan  semua  data  nilai  dimana  nilai  MID  lebih  besar sama dengan 60 atau nilai finalnya lebih besar 75.

maka penulisannya :

SELECT * FROM NILAI WHERE MID >= 60 OR FINAL > 75

Hasilnya :



JOIN

1.   JOIN atau INNER JOIN
Menggabungkan  dua  tabel  dimana  diantara  dua  tabel
datanya bersesuaian.


2. LEFT JOIN atau LEFT OUTER JOIN
Menggabungkan  dua  tabel  dimana  diantara  dua  tabel
datanya bersesuaian dan juga semua record pada tabel
sebelah kiri.


3. RIGHT JOIN atau RIGHT OUTER JOIN
Menggabungkan  dua  tabel  dimana  diantara  dua  tabel
datanya bersesuaian dan juga semua record pada tabel
sebelah kanan.

SELECT Nilai.NIM, NAMA_MHS, KD_MK, MID
FROM Nilai INNER JOIN Mahasiswa
ON Nilai.NIM = Mahasiswa.NIM

Hasil :

SELECT Mahasiswa.NIM, NAMA_MHS, KD_MK, MID
FROM Mahasiswa LEFT OUTER JOIN Nilai
ON Nilai.NIM = Mahasiswa.NIM

Hasil :



SELECT Mahasiswa.NIM, NAMA_MHS, KD_MK, MID
FROM Nilai RIGHT OUTER JOIN Mahasiswa
ON Nilai.NIM = Mahasiswa.NIM

Hasil :


DATA ACCESS

1.  GRANT
Sintaks :
GRANT hak_akses ON  nama_db TO  nama_pemakai
[IDENTIFIED BY] [PASSWORD] ‘Password’
[WITH GRANT OPTION] ;
GRANT hak_akses ON  [nama_db.]nama_tabel
TO  nama_pemakai
[IDENTIFIED BY] [PASSWORD] ‘Password’
[WITH GRANT OPTION];
Contoh :
Berikan hak akses kepada Adi untuk menampikan nilai final test pada tabel Nilai.
GRANT SELECT (FINAL) ON NILAI TO ADI

2. REVOKE
Sintaks :  REVOKE hak_akses ON nama_db
FROM nama_pemakai ;
REVOKE hak_akses ON  nama_tabel
FROM nama_pemakai ;
Contoh :
Tarik kembali dari Adi  hak akses untuk menampilkan nilai final test
REVOKE SELECT (FINAL) ON NILAI FROM ADI

DATA INTEGRITY

RECOVER TABLE
Sintaks :               RECOVER TABLE nama_tabel
Contoh :
Kembalikan keadaan data mahasiswa seperti pada saat sebelum terjadi kerusakan
RECOVER TABLE MAHASISWA ;

AUXILIARY

1.   SELECT … INTO OUTFILE ‘filename’
Sintaks ini digunakan untuk mengekspor data dari tabel ke file lain.
Sintaks  :
SELECT … INTO OUTFILE ‘Nama File’
[FIELDS | COLUMNS]
[TERMINATED BY 'string']
[[OPTIONALLY] ENCLOSED BY 'char']
[ESCAPED BY 'char'] ]
Contoh :
Ubah semua data mahasiswa ke bentuk ASCII dan disimpan ke file teks di directory/home/adi dengan pemisah antar kolom ‘|’
SELECT * FROM MAHASISWA
INTO OUTFILE “/home/adi/teks” FIELDS TERMINATED BY “ ”;

2. LOAD
Sintaks query ini digunakan untuk mengimpor data dari file lain ke tabel.
Sintaks : 
LOAD DATA INFILE “ nama_path”
INTO TABLE nama_tabel [ nama_kolom] ;
[FIELDS | COLUMNS]
[TERMINATED BY 'string']
[[OPTIONALLY] ENCLOSED BY 'char']
[ESCAPED BY 'char'] ]

Contoh :
Memasukkan  data-data  dari  file  teks  yang  berada  pada  direktori “/home/adi”  ke  dalam  tabel  MHS_2.  Dimana  pemisah  antara  kolom dalam file teks adalah tab (\t) :

LOAD FROM “/home/adi/teks”
INTO MHS_2 FILELDS TERMINATED BY ‘\t’;

3. RENAME  TABLE
Sintaks :
RENAME TABLE  OldnamaTabel TO NewNamaTabel
Contoh :
RENAME TABLE MAHASISWA
TO MHS

MENGGUNAKAN FUNGSI AGGREGATE : 

1. COUNT digunakan untuk menghitung jumlah.
Menghitung jumlah record mahasiswa dari tabel MAHASISWA
SELECT COUNT(*) FROM MAHASISWA

2. SUM digunakan untuk menghitung total dari kolom yang mempunyai tipe data numerik.
 SELECT  SUM(SKS)  AS ‘TOTAL SKS’ FROM  MATAKULIAH

3. AVG digunakan untuk menghitung rata-rata dari data-data dalam sebuah kolom.
SELECT  AVG(FINAL)  AS  ‘FINAL’  FROM  Nilai

4. MIN digunakan untuk  menghitung nilai minimal dalam sebuah kolom.
SELECT MIN(FINAL) FROM Nilai

5. MAX diguankan untuk menghitung nilai  maksismum  dalam sebuah kolom
SELECT MAX(MID) FROM Nilai

SUBQUERY Adalah  subselect  yang  dapat  digunakan  di  klausa  WHERE  dan HAVING dipernyataan select luar untuk menghasilkan tabel akhir.

Aturan-aturan untuk membuat subquery, yaitu :
1. Klausa Order By tidak boleh digunakan di subquery, Order By hanya dapat digunakan di pernyataan Select luar.
2. Klausa subquery Select harus berisi satu nama kolom tunggal atau ekspresi kecuali untuk subquery-subquery menggunakan kata kunci EXIST
3. Secara default nama kolom di subquery mengacu ke nama tabel di klausa FROm dari subquery tersebut.
4. Saat subquery adalah salah satu dua operan  dilibatkan di pembandingan, subquery harus muncul disisi kanan pembandingan

Penggunanaan ANY dan ALL

Jika  subquery  diawali  kata  kunci  ALL,  syarat  hanya  akan bernilai TRUE jika dipenuhi semua nilai yang dihasilkan subquery itu.
Jika  subquery  diawali  kata  kunci  ANY,   syaratnya  akan bernilai  TRUE  jika  dipenuhi  sedikitnya  satu nilai  yang dihasilkan subquery tersebut.

Penggunanaan EXIST DAN NOT EXIST

EXIST akan mengirim nilai TRUE jika dan hanya jika terdapat sedikitnya   satu   baris   di   tabel   hasil   yang  dikirim  oleh subquery dan EXIST mengirim nilai FALSE jika subquery mengirim tabel kosong.
Untuk NOT EXIST kebalikan dari EXIST.

CONTOH SUBQUERY :
1.   Coba   ambil   nilai   mid   dan   final   dari   mahasiswa   yang bernama Astuti.
SELECT MID, FINAL FROM NILAI WHERE NIM=( SELECT NIM FROM MAHASISWA WHERE NAMA_MHS=‘Astuti’)

2. Ambil nilai kode matakuliah, mid dan final dari mahasiswa yang tinggal di jakarta.
SELECT  KD_MK,  MID,  FINAL FROM  NILAI WHERE  NIM IN(SELECT  NIM  FROM  MAHASISWA WHERE ALAMAT_MHS = ‘Jakarta’)

3. Ambil nama-nama mahasiswa yang mengikuti ujian.
SELECT  NAMA  FROM  MAHASISWA WHERE  EXISTS (SELECT  NIM  FROM  NILAI  WHERE NILAI.NIM=MAHASISWA.NIM)

4. Ambil nama-nama mahasiswa yang tidak mengikuti ujian.
SELECT  NAMA  FROM  MAHASISWA WHERE NOT EXISTS  (SELECT  NIM  FROM  NILAI  WHERE  NILAI.NIM=MAHASISWA.NIM)


Aplikasi yang digunakan sebagai contoh adalah phptriad-mysql front

Dari Address ketik : http://localhost/phpmyadmin
Tampilan password ketik  root dan untuk password ketik password

BAHASA QUERY FORMAL


ALJABAR RELATIONAL
Adalah kumpulan operasi terhadap relasi, dimana setiap operasi menggunakan satu atau lebih relasi untuk menghasilkan satu relasi yang baru

OPERATOR YANG DIGUNAKAN

A. OPERATOR HIMPUNAN
1. Union atau gabungan ( ∪ )
Union dari relasi A dan B dinyatakan sebagai A ∪ B

2. Intersection atau irisan ( ∩ )
Intersection dari relasi A dan B dinyatakan sebagai A ∩ B

3.   Difference
Difference dari relasi A dan B dinyatakan dengan A - B
4. Cartesian product
Product cartesian dari relasi A dan B dinyatakan dengan A X B
contoh :

A = { 1,2,3}

B = { 5,7 }

A X B = { ( 1,5), (1,7), ( 2,5), (2,7), (3,5),(3,7) }

¬¬

B. OPERATOR RELATIONAL
1. Restrict (ó ) adalah Pemilihan tupel atau record
2. Project ( ð ) adalah pemilihan attribute atau field
3. Divide ( | ) adalah membagi
4. Join  ( è  ) adalah menggabungkan

ALJABAR RELASIONAL
Operator pada aljabar relationaldibagi menjadi 2 kelompok :
1. Operator dasar untuk fundamental operational
2. Operator tambahan untuk additional operasional

Tabel dibawah  ini adalah contoh untuk mengerjakan perintah – perintah Relation Algebra:
RELASI : MATA KULIAH

RELASI : MAHASISWA

RELASI : REGISTRASI

RELASI : DOSEN


OPERATOR DASAR
a. Selection (ó ) Lower Case Omega
Operasi  selection  menyeleksi  tupel-tupel  pada  sebuah relation  yang  memenuhi  predicate/syarat  yang sudah ditentukan
Contoh :
1.  Mencari tuple-tuple dari MAHASISWA yang memiliki jenis kelamin laki-laki, Ekspresi aljabar relational :
σ J_KEL=“LAKI-LAKI” (MAHASISWA)
2. Tampilkan data mata kuliah yang memiliki kode 360 atau yang memilki sks 4
σ  KD_MK=“306” V SKS=4  (MATAKULIAH)

b. Projection ( ð )
Operator  projection  beroperasi  pada  sebuah  relation,  yaitu membentuk relation baru dengan mengcopy atribute-atribute dan domain-domain dari relation tersebut berdasarkan argumen-argumen pada operator tersebut.

Contoh :
Tampilkan nama beserta gaji dari dosen
ðnama_dos,gaji (DOSEN)

c. Cartesian product ( X )
Operator dengan dua relasi untuk menghasilkan tabel hasil perkalian kartesian.
Contoh :
Tampilkan   nid,nama_d   (dari relasi Dosen),   nama_mk (dari relasi Matakuliah), thn_akademik,smt,hari,jam_ke,waktu,kelas (dari relasi Mengajar) dimana semester mengajar adalah pada semester ‘1’.
ð nid, nama_d, nama_mk, thn_akademik,smt, hari,jam_ke,  waktu,  kelas  (ó  smt=1  ∧Dosen.nid  = Mengajar.nid ∧mengajar.kdmk = Matakuliah.kdmk (DosenxMatakuliahxMengajar)

d.   Union ( ∪ )
Operasi untuk menghasilkan gabungan tabel dengan syarat kedua tabel memiliki atribut yang sama yaitu domain atribut ke-i masing-masing tabel harus sama
RUS={ X I X E R atau X E S}
Contoh :
Penggabungan  berdasarkan       kolom   kota       dari        tabel
mahasiswa dengan tabel dosen

ð kota (mahasiswa) ∪ ð kota (Dosen)

e.  Set diference ( - )
Operasi untuk mendapatkan tabel dis uatu relasi tapi tidak ada di relasi
lainnya.
R – S = { X I X E R dan X E S }
Contoh : Tampilkan   nama dari mahasiswa yang tinggal di depok tetapi
bukan berjenis kelamin perempuan

Query I : tampilkan nama yang tinggal di depok
ð nama_mhs(ð alamat=“DEPOK” (MAHASISWA))

Query II : tampilkan nama yang berjenis kelamin perempuan
ð nama_mhs(ð j_kel =“PEREMPUAN” (MAHASISWA))

Tampilkan query I minus query II :
ð nama_mhs(ð alamat=“DEPOK” (MAHASISWA))-
ð nama_mhs(ð j_kel=“PEREMPUAN” (MAHASISWA))

OPERATOR TAMBAHAN
1.  SET INTERSECTION ( ∩ )
Operasi  untuk  menghasilkan  irisan  dua  tabel  dengan syarat kedua tabel memiliki atribut yang sama, domain atribut ke-i kedua tabel tersebut sama.

2.  THETA JOIN
Operasi yang menggabungkan operasi cartesian product dengan operasi selection dengan suatu kriteria.

3. NATURAL JOIN
Operasi menggabungkan operasi selection dan cartesian  product  dengan  suatu  kriteria  pada  kolom yang sama

4. DIVISION
Merupakan operasi pembagian atas tuple-tuple dari 2 relation
Contoh:


TEHNIK NORMALISASI


BEBERAPA PENGERTIAN NORMALISASI :
Normalisasi merupakan proses pengelompokan elemen data menjadi tabel–tabel yang menunjuk-kan entity dan relasinya.

Normalisasi adalah proses pengelompokan atribute-atribute dari suatu relasi sehingga membentuk WELL STRUCTURE RELATION.

Keuntungan dari normalisasi, yaitu :
1. Meminimalkan ukuran penyimpanan yang diperlukan untuk menyimpan data.
2. Meminimalkan resiko inkonsistensi data pada basis data
3. Meminimalkan kemungkinan anomali pembaruan
4. Memaksimalkan stabilitas struktur data

WELL STRUCTURE RELATION
Adalah sebuah relasi yang jumlah kerangkapan datanya sedikit (minimum Amount Of Redundancy), serta memberikan kemungkinan bagi user untuk melakukan INSERT, DELETE, dan MODIFY terhadap baris-baris data pada relation tersebut, yang tidak berakibat terjadinya ERROR atau INKONSESTENSI DATA, yang disebabkan oleh operasi-operasi tersebut.

Contoh :
Terdapat sebuah relation Course, dengan ketentuan sbb:
1. Setiap mahasiswa hanya boleh mengambil satu matakuliah saja.
2. Setiap matakuliah mempunyai uang kuliah yang standar (tidak tergantung pada mahasiswa yang mengambil matakuliah tsb).

RELASI KURSUS


• Relasi di atas merupakan sebuah relation yang sederhana dan terdiri dari 3 kolom/atribute
• Bila diteliti secara seksama, maka akan ditemukan redundancy pada datanya, dimana biaya kuliah selalu berulang pada setiap mhs. Akibatnya besar kemungkinan terjadi Error atau inkonsistensi data, bila dilakukan update terhadap relation tsb yang disebut dengan Anomali.

ANOMALY merupakan penyimpangan-penyimpangan atau Error atau inkonsistensi data yang terjadi pada saat dilakukan proses insert, delete maupun update.

Terdapat 3 jenis Anomali :
1. Insertion Anomali
Error yang terjadi sebagai akibat operasi insert record/tuple pada sebuah relation.
contoh :
Ada matakuliah baru (CS-600) yang akan diajarkan, maka matakuliah tsb tidak bisa di insert ke dalam relation tsb sampai ada mhs yang mengambil matakuliah tsb.

2. Deletion Anomali
Error yang terjadi sebagai akibat operasi delete record/tuple pada sebuah relation.
Contoh :
Mhs dengan student-id 92-425, memutuskan untuk batal ikut kuliah CS-400, karena dia merupakan satu-satunya peserta matakuliah tsb, maka bila record/tuple tsb didelete akan berakibat hilangnya informasi bahwa mata-kuliah CS-400, biayanya 150

3. Update Anomali
Error yang terjadi sebagai akibat inkonsistensi data yang terjadi sebagai akibat dari operasi update record/tuple dari sebuah relation
Contoh :
Bila biaya kuliah untuk matakuliah CS-200 dinaikan dari 75 menjadi 100, maka harus dilakukan beberapa kali modifikasi terhadap record-record, tuple-tuple mhs yang mengambil matakuliah CS-200, agar data tetap konsisten.



PROBLEM-PROBLEM PADA RELATION YANG SUDAH DINORMALISASI

Performance problem
Masalah terhadap performa database

Referential Integrity Problem
Masalah yang timbul terhadap referensi antar data-data diantara dua tabel atau lebih

BEBERAPA KONSEP YANG HARUS DIKETAHUI:
A. Field/Atribut Kunci
B. Kebergantungan Fungsi


A. Key Field/atribute kunci dalam database:

1. Super key
Yaitu himpunan dari satu atau lebih entitas yang digunakan untuk mengidentifikasikan secara unik sebuah entitas dalam entitas set.

2. Candidate key
Yaitu satu attribute atau satu set minimal atribute yang mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian yang spesifik dari entity.

3. Primary key
Yaitu satu atribute atau satu set minimal atribute yang tidak hanya mengidentifikasikan secara unik suatu kejadian yang spesifik tapi juga dapat mewakili setiap kejadian dari suatu entity

4. Alternate key
Yaitu kunci kandidat yang tidak dipakai sebagai primary key

5. Foreign key
yaitu satu atribute (atau satu set atribute) yang melengkapi satu relationship (hubungan yang menunjukkan ke induknya).



Super key            = S#, SNAME, KODE

Candidat key       = S#, SNAME

Primary key        = S#

Altenative key    = SNAME

B. Ketergantungan Kunci

1. Ketergantungan Fungsional (Fungsional Dependent)
Keterkaitan antar hubungan antara 2 atribute pada sebuah relasi. Dituliskan dengan cara : A -> B, yang berarti :

Atribute B fungsionality Dependent terhadap atribute A atau

Isi (value) atribute A menentukan isi atribute B

Definisi dari functional dependent :
Diketahui sebuah relasi R, atribute Y dari R adalah FD pada atribute X dari R ditulis R.X -> R.Y jika dan hanya jika tiap harga X dalam R bersesuaian dengan tepat satu harga Y dalam R

2. Fully Functinaly Dependent (FFD)
Suatu rinci data dikatakan fully functional dependent pada suatu kombinasi rinci data jika functional dependent pada kombinasi rinci data dan tidak functional dependent pada bagian lain dari kombinasi rinci data.

Definisi dari FDD:
Atribute Y pada relasi R adalah FFD pada atribute X pada relasi R jika Y FD pada X tida FD pada himpunan bagian dari X

3. Ketergantungan Partial
Sebagian dari kunci dapat digunakan sebagai kunci utama

4. Ketergantungan Transitif
Menjadi atribute biasa pada suatu relasi tetapi menjadi kunci pada relasi lain.

5. Determinan
Suatu atribute (field) atau gabungan atribute dimana beberapa atribute lain bergantung sepenuhnya pada atribute tersebut.



1. Bentuk tidak normal (Unnormalized Form):
Bentuk ini merupakan kumpulan data yang akan direkam, tidak ada keharusan mengikuti suatu format tertentu. Dapat saja data tidak lengkap atau terduplikasi. Data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan saat menginput.



Ket : PA = Penasehat Akademik

Siswa yg punya nomor siswa, nama, dan PA mengikuti 3 mata pelajaran/kelas. Disini ada perulangan kelas 3 kali ini bukan bentuk 1 NF
2. Bentuk Normal Ke Satu (1 NF/First Normal Form)
Suatu relasi 1NF jika dan hanya jika sifat dari setiap relasi atributnya bersifat atomik.
Atom adalah zat terkecil yang masih memiliki sifat induknya, bila dipecah lagi maka ia tidak memiliki sifat induknya.
Ciri-ciri 1 NF :
• Setiap data dibentuk dalam flat file, data dibentuk dalam satu record demi satu record nilai dari field berupa “atomic value”
• Tidak ada set atribute yang berulang atau bernilai ganda
• Tiap field hanya satu pengertian


3. Bentuk Normal Ke Dua (2 NF/Second Normal Form)
Bentuk normal kedua mempunyai syarat yaitu bentuk data telah memenuhi kriteria bentuk normal kesatu. Atribute bukan kunci haruslah bergantung secara fungsi pada kunci utama/primary key. Sehingga untuk membentuk normal kedua haruslah sudah ditentukan kunci-kunci field. Kunci field haruslah unik dan dapat mewakili atribute lain yg menjadi anggotanya.
Misal :
Dari contoh relasi Siswa pada I NF terlihat bahwa kunci utama/primary key adalah nomor siswa. Nama siswa dan PA bergantung fungsi pada no_siswa, tetapi kode_kelas bukanlah fungsi dari siswa, maka file siswa dipecah menjadi 2 relasi



4. Bentuk Normal Ke Tiga (3 NF / Third Normal Form)
Untuk menjadi bentuk normal ketiga maka relasi haruslah dalam bentuk normal kedua dan semua atribute bukan primer tidak punya hubungan yang transitif. Dengan kata lain, setiap atribute bukan kunci haruslah bergantung hanya pada primary key dan pada primary key secara menyeluruh.
Contoh pada bentuk normal kedua di atas termasuk juga bentuk normal ke tiga karena seluruh atribute yang ada disitu bergantung penuh pada kunci primernya

5. Boyce-Codd Normal Form ( BCNF)
BCNF mempunyai paksaan yg lebih kuat dari bentuk normal ketiga. Untuk menjadi BCNF, relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribute harus bergantung fungsi pada atribute superkey

Pada contoh di bawah ini terdapat relasi seminar dengan ketentuan sbb :

a. kunci primer adalah no_siswa+seminar.
b. Siswa boleh mengambil satu atau dua seminar.
c. Setiap siswa dibimbing oleh salah satu diantara 2 instruktur seminar tsb.
d. Setiap instruktur boleh hanya mengambil satu seminar saja.

Pada contoh ini no_siswa dan seminar menunjuk seorang instruktur :



Bentuk relasi seminar adalah bentuk normal ketiga, tetapi tidak BCNF karena nomor seminar masih bergantung fungsi pada instruktur, jika setiap instruktur dapat mengajar hanya pada satu seminar. Seminar bergantung fungsi pada satu atribute  bukan  superkey  seperti  yg  disyaratkan  oleh  BCNF.
Maka relasi seminar haruslah dipecah menjadi dua yaitu :



6. Bentuk Normal Ke Empat (4 NF)
Relasi R adalah bentuk 4 NF jika dan hanya jika relasi tersebut juga termasuk BCNF dan semua ketergantungan multivalue adalah juga ketergantungan fungsional

7. Bentuk Normal Ke Lima (5 NF)
Disebut juga PJNF (Projection Join Normal Form) dari 4 NF dilakukan dengan menghilangkan ketergantungan join yang bukan merupakan kunci kandidat.